Kamis, 29 Juni 2017

Indonesia transaksikan RM 2,72 juta IBE Malaysia

| 139 Views
id International Beauty Expo
"Memperhatikan nilai transaksi tersebut di atas, memberikan gambaran umum bahwa produk kosmetika dan perawatan badan serta wajah asal Indonesia memliki peluang dan minat konsumen terutama produk yang berbahan alami. Hal ini juga seiring dengan trend
Kuala Lumpur, (AntaraKL.Com) - Indonesia mencatatkan transaksi 2,72 juta RM (Ringgit Malaysia) pada International Beauty Expo (IBE) 2017 di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), 6 - 9 Mei.

"Nilai transaksi tersebut naik 151 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,8 miliar," kata Plt Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Krishna Hannan di Kuala Lumpur, Senin.

Krishna mengatakan nilai transaksi tersebut berasal dari produk AVA Group (produk natural), PT Seribu Pulau Indonesia (kosmetika dan suplemen berbahan baku buah merah dari Papua), kosmetik Biokos dari Martha Tilaar dan cosmetic kit Wirasanti Design.

"Transaksi penjualan retail sebesar 32,24 ribu RM dan potensial order sebesar 422,10 ribu RM," katanya.

Produk Indonesia, ujar dia, banyak diminati oleh negara Korea, Filipina, Australia, China, Afrika, India, Czech Republic, dan Malaysia.

"BE 2017 yang diselenggarakan oleh Elite Expo Sdn Bhd yang merupakan salah satu pameran produk kecantikan terbesar di Malaysia yang mendapat `endorsement` dari Malaysia Trade Cooperation and Development (MATRADE)," katanya.

IBE 2017 diikuti sekitar 400 peserta pameran lokal dan internasional berasal dari Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Swiss, Singapura, India, Hong Kong selain Indonesia, dengan jumlah pengunjung sekitar 44 ribu orang.

"IBE 2017 banyak menampilkan produk-produk terbaru peralatan salon, kosmetik, perawatan badan dan wajah, perawatan rambut dan kuku, kesehatan dan nutrisi serta `weight management`," katanya.

Dia mengatakan Indonesia membawa 13 perusahaan pada pameran InternationalBeauty Expo (IBE) 2017 untuk ketiga kalinya yang berlangsung 6 - 9 Mei 2017 di KLCC, Kuala Lumpur.

Sebanyak 13 perusahaan tersebut adalah PT Sari Sihat (M) Sdn Bhd, AVA Group, PT Asia Pacific Fortuna Sari, PT Mustika Ratu (M) Sdn Bhd, PT Cipta Sarna Kenayu Lestari; PT Bali Tangi, Kara Marketing (M) Sdn Bhd, Wardah, PT Seribu Pulau Indonesia, CV Raja Ratu Wijaya, Cemara Ayu Sdn Bhd, PT Martina Berto, Wirasanti Design dan PT Bali Alus.

"Produk Indonesia yang dipamerkan seperti produk kecantikan dari Lamour, Wardah Cosmetics dan Biokos, produk perawatan badan dan perlengkapan spa dari Cemara Ayu, Bali Tangi, Bali Alus, Ava Group, Mustika Ratu, kosmetika dan supplement berbahan baku

buah merah, madu dan perlengkapan bayi, tissue, dan cosmetic kit. Selama pameran berlangsung, paviliun Indonesia bersaing dengan Pavilion Korea Selatan dan Taiwan," katanya.

Produk Indonesia banyak diminati oleh negara Korea, Filipina, Australia, China, Afrika, India, Czech Republic dan Malaysia.

"Memperhatikan nilai transaksi tersebut di atas, memberikan gambaran umum bahwa produk kosmetika dan perawatan badan serta wajah asal Indonesia memliki peluang dan minat konsumen terutama produk yang berbahan alami. Hal ini juga seiring dengan trend gaya hidup `back to nature`," katanya.

Guna mendukung perkembangan dimaksud, ujar dia, diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan pelaku usaha Indonesia dalam melakukan pengembangan produk

kosmetika berbasis sumber daya alam dan geografis sehingga dapat meningkatkan ekspor produk Indonesia di pasar global. (T.A034/B/N002/N002) 15-05-2017 12:51:13

Editor:

COPYRIGHT © ANTARA 2017