Selasa, 22 Agustus 2017

Rusdi Kirana Kembangkan Balai Latihan di Malaysia

| 184 Views
id Rusdi Kirana
Rusdi Kirana Kembangkan Balai Latihan di Malaysia
Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana (tengah) bersiap menandatangani berita acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5). Presiden melantik enam Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk negara sahabat, diantaranya Dubes RI untuk Yunani Ferry Adamhar, Dubes RI untuk India merangkap Bhutan Arto Suyodipuro, Dubes RI untuk Bangladesh merangkap Nepal Rina Soemarno, Dubes RI untuk Slovakia Wieke Adiwoso, Dubes RI untuk Tanzania merangkap Rwanda-Burundi Radar Pardede, dan Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/17 (1)
"Kami sudah buka di Manado di mana turis yang masuk ke Manado itu tiap tahun naik 400 persen. Produk UKM yang dibuat mantan migran itu diharapkan bisa dijual di Manado dan dibeli oleh turis yang berkunjung ke Manado," katanya.
Jakarta, (AntaraKL.Com) - Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana memprogramkan pengembangan balai latihan kerja di negara itu untuk melatih tenaga kerja Indonesia.

"Kami mau membuka balai latihan supaya TKI kita sebelum kembali ke Indonesia, baik karena ada masalah atau sambil menunggu urusan administrasi kami coba latih mereka," kata Rusdi Kirana usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis.

Rusdi menyebutkan jumlah warga negara Indonesia di Negeri Jiran yang jumlahnya banyak menjadi alasan bagi dirinya untuk menjadi Dubes RI untuk Malaysia.

"Itulah salah satu alasan yang saya pikir saya lebih baik di Malaysia untuk membantu mereka," katanya.

Ia juga mengatakan dirinya juga akan memprogramkan agar anak-anak TKI di Malaysia tetap dapat memperoleh pendidikan.

"Mereka punya keluarga, mereka ingin anak-anaknya tetap bisa sekolah," katanya.  

Rusdi berharap dengan pengembangan latihan kerja maka mereka tidak berpikiran untuk kembali ke Malaysia.

"Kami upayakan mereka membuka UKM, Kami sudah bicara dengan BRI untuk memberikan pendanaannya dan Lion Group dalam hal ini mau memberikan jaminan atas pinjaman mereka," katanya.

Menurut dia, produk yang mereka buat bisa dipasarkan di daerah tujuan wisata.

"Kami sudah buka di Manado di mana turis yang masuk ke Manado itu tiap tahun naik 400 persen. Produk UKM yang dibuat mantan migran itu diharapkan bisa dijual di Manado dan dibeli oleh turis yang berkunjung ke Manado," katanya.

Mengenai program perlindungan TKI, Rusdi mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintah Malaysia.

"Kami berusaha memberi perlindungan semaksimal mungkin kepada mereka, tergantung kasus per kasus," katanya.

Sementara terhadap TKI ilegal, Rusdi mengatakan akan mencoba memasukkan mereka ke balai latihan kerja dengan harapan mereka bisa kembali ke Tanah Air.

"Dan kami pastikan di Indonesia mereka memiliki usaha UKM, kami hubungkan dengan BRI atau lainnya," katanya.

Sementara mengenai pengamanan batas negara, Rusdi mengatakan akan bekerja sama dengan TNI dan Polri.

Ketika ditanya terkait kasus Siti Aisiah apakah ada arahan dari Presiden atau Menlu, Rusdi mengatakan sementara ini belum ada.

Sedangkan mengenai posisinya di Dewan Pertimbangan Presiden, Rusdi mengatakan akan melepas posisi tersebut.

"Saya lepas, siapa penggantinya merupakan kewenangan Presiden," katanya.

Ia menyebutkan akan bertolak ke Kuala Lumpur setelah Lebaran 2017. "Nanti habis Lebaran atau Juni nanti," katanya. (T.A039/B/M.M. Astro/M.M. Astro) 18-05-2017 12:22:56

Editor: Agus Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2017