Senin, 23 Oktober 2017

KJRI Kinabalu peringati Hari Lahir Pancasila dengan baju adat

| 238 Views
id Hari Lahir Pancasila
KJRI Kinabalu peringati Hari Lahir Pancasila dengan baju adat
Upacara Hari Lahir Pancasila (1)
"Kebhinekaan merupakan keniscayaan bangsa Indonesia, dan hal itu dapat menjadi berkah," tegasnya.
Kota Kinabalu, (AntaraKL.Com) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Kinabalu Malaysia menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017 di Balai Budaya, Kamis, pada 1 Juni 2017 dengan baju adat.

Upacara diikuti oleh Staf KJRI, Dharma Wanita Persatuan KJRI Kota Kinabalu, ILO TNI di Kota Kinabalu, para guru dan siswa-siswi Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, serta masyarakat Indonesia. Tema peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017 adalah "Saya Indonesia, Saya Pancasila". Bertindak sebagai pemimpin upacara Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad Daya Handasah Irfan.

Upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara, mengheningkan cipta dan dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Pemimpin Upacara.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.

Akhmad Daya Handasah Irfan saat membacakan sambutan Presiden RI, menyeru kepada seluruh komponen masyarakat Indonesia di Kota Kinabalu dan sekitarnya, untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, menjaga persatuan dan persaudaraan, perdamaian, saling toleran, saling membantu dan gotong royong demi kemajuan bangsa Indonesia.

"Kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Bangsa Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke sangat majemuk baik suku, agama, ras, bahasa dan adat istiadat. Pancasila merupakan perekat persatuan dan kesatuan bangsa, seperti tercantum dalam semboyannya `bhineka tunggal ika`, berbeda-beda, tetapi tetap satu jua," katanya.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung dalam bulan puasa Ramadan ini nampak tetap semarak dengan keikutsertaan para guru Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) yang memakai baju adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Plh. Kepala SIKK, Heri Purwanto, M.Pd para guru sengaja memakai baju adat untuk menunjukkan kekayaan dan keanekeragaman budaya Indonesia juga untuk menambah indah dan semaraknya upacara.

"Kebhinekaan merupakan keniscayaan bangsa Indonesia, dan hal itu dapat menjadi berkah," tegasnya.

Selain penyelenggaraan upacara, dalam rangka memperdalam pemahaman, penghayatan dan pengamalan Pancasila, peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017 di Kota Kinabalu juga diisi dengan kegiatan Pekan Pancasila yaitu lomba cerdas cermat dan karya tulis bertemakan wawasan kebangsaan dan Pancasila bagi siswa-siswi Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK).



Editor:

COPYRIGHT © ANTARA 2017