Selasa, 22 Agustus 2017

KBRI Kuala Lumpur cegah calo dengan antrian berbasis wajah

| 182 Views
id Antrian berbasis wajah
KBRI Kuala Lumpur cegah calo dengan antrian berbasis wajah
Antrian Berbasis Wajah (1)
"Hari biasa mencapai 600 sebelum puasa mencapai 1.200. Mungkin puasa mereka mau di kampung. Ini juga menunjukkan banyak TKI yang ilegal. Dari jumlah tersebut yang SPLP sekitar 750. SPLP diberikan kalau paspor-nya rusak atau hilang," katanya.
Kuala Lumpur, (AntaraKL.Com) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menerapkan antrian berbasis wajah untuk mencegah calo dalam pengurusan paspor dan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

"Dengan foto pengantri yang terpampang di layar monitor komputer maka akan ketahuan kalau yang antri beda dengan orang yang berkasnya diurus," kata Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur, Mulkan Lekat di Kuala Lumpur, Jumat.

Dia mengatakan semenjak diberlakukan antrian berbasis foto wajah antrian berjalan cepat dan tertib karena para calo agak sungkan masuk karena ada foto wajah pemilik paspor,

Dia mengatakan kalau ada calo akan dilaporkan ke pihak berwenang.

Dia mengatakan pengajuan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan pengurusan paspor di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur mengalami peningkatan menjelang bulan Ramadhan.

"Tahun ini peningkatan pengurusan SPLP dan paspor seminggu sebelum puasa hingga sampai jam 02.00 pagi. Kalau saat puasa malah turun," ujar Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur di Kuala Lumpur, Jumat.

Mulkan mengatakan untuk meningkatkan pelayanan pihaknya saat ini mendapatkan tenaga tambahan dari pemerintah pusat sebanyak 30 orang yang dibagi ke dalam tiga tahap penugasan.

"Tenaga dari pusat membantu 25 persen. Bantuan SDM ini membantu walaupun alatnya tidak lengkap. Mereka membawa alat portable tetapi tidak ada scanner. Gelombang pertama bertugas sepuluh hari sebelum puasa, kemudian sepuluh hari saat puasa dan yang sekarang ini," katanya.

Dia mengatakan saat menjalani pihaknya bekerja seperti biasa yakni antrian tetap dibuka mulai jam 08.00 pagi kemudian jam 09.00 loket mulai dibuka.

"Kita berdoa agar tidak ada yang sakit agar bisa melayani orang yang tidak putus-putus ini di KBRI Kuala Lumpur," katanya.

Dia mengatakan kenaikan biasanya terjadi setelah libur libur panjang.

"Hari biasa mencapai 600 sebelum puasa mencapai 1.200. Mungkin puasa mereka mau di kampung. Ini juga menunjukkan banyak TKI yang ilegal. Dari jumlah tersebut yang SPLP sekitar 750. SPLP diberikan kalau paspor-nya rusak atau hilang," katanya.

Masa berlaku SPLP menurut Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) undang-undang dua tahun dan pihaknya meminta pembatasan diturunkan menjadi enam bulan.

"Selama non SIMKIM ada yang tiga bulan, ada yang enam bulan. Dengan SIMKIM terprogram dari pusat secara otomatis," katanya.

Berdasarkan data pelayanan keimigrasian KBRI Kuala Lumpur untuk WNI pelayanan paspor 48 halaman pada Mei mencapai 1.943, paspor hilang 48 halaman mencapai 107, paspor RI 24 halaman 5.117, paspor hilang 24 halaman 373, SPLP perorangan 6.456 dan pencatatan mutasi 143.

(T.A034/B/E001/E001) 09-06-2017 19:55:13

Editor:

COPYRIGHT © ANTARA 2017