Kamis, 29 Juni 2017

KBRI Kuala Lumpur pantau perbatasan Entikong

| 112 Views
id Perbatasan Entikong
KBRI Kuala Lumpur pantau perbatasan Entikong
Perbatasan Entikong (1)
Kuala Lumpur, (AntaraKL.Com) - Satuan Tugas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur melakukan pemantauan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu.

Posko perbatasan yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 21 Desember 2016 tersebut menghubungkan antara Kuching, Negara Bagian Serawak, Malaysia, dengan Kecamatan Entikong Provinsi Kalimantan Barat.

Mereka yang melakukan pemantauan terdiri dari Atase Perhubungan, Muhammad Abduh, Atase Imigrasi, Mulkan Lekat, Atase Kepolisian, Kombes Pol Chaidir, Atase Riset, Tjahjono, Konsuler, Yusron B Ambhary dan Sekretaris III Pensosbud Stania Puspawardhani.

Rombongan diterima oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas ll Entikong Herri Prihatin, Kepala Bea Cukai Entikong, Souvenir Yustianto, Kapolsek Entikong, Perwakilan BNP2TKI Entikong, Roni Firman Ramdani, Kompol Kartyana dan Camat Entikong, Suparman.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas ll Entikong Herri Prihatin dalam pemaparannya mengatakan pelintas batas di Entikong per hari mencari 1.000 orang dan memasuki Ramadhan ini mengalami kenaikan 1.200 - 1.300 dari Malaysia ke Entikong karena lebaran dan cuti.

"Sekarang sudah mulai berkurang dibanding tahun lalu. Kami selalu rapat untuk membangun sterilisasi di PLBN. Awalnya agak susah karena mindset penduduk setempat seperti dulu bebas keluar masuk. Akhirnya kami putuskan semua pelintas harus melewati gedung baik berhubungan dengan imigrasi, bea cukai atau yang lain. Jangan sampai kecolongan," katanya.

Perwakilan BNP2TKI Entikong, Roni Firman Ramdani melaporkan keberhasilan dirinya dalam menangani TKI ilegal.

"Saat ada pemulangan TKI kami atasi. Bea Cukai baru-baru ini berhasil tangani TKI terpapar narkoba. Kalau memang pengguna narkoba harus di-tes dulu. Kami cepat respon," katanya.

Pihaknya juga berhasil mencegah keberangkatan TKI non prosedural ke Timur Tengah.

"Sekarang moratorium pengiriman TKI ke 15 negara. Sampai sekarang terus lakukan pengetatan. Di Aruk ada lima orang berhasil cegah TKI ilegal. Kami mohon kerjasama karena Kuala Lumpur juga jadi tempat transit," katanya.

Kepala Bea Cukai Entikong, Souvenir Yustianto mengakui pengelolaan posko perbatasan belum optimal karena pengelola unit tugas sampai sekarang belum ada sehingga arus orang dan barang belum terkelola.

"Pejalan kaki masih bisa bebas jalan kaki kiri kanan. Belum ada barrier. Dari sisi keamanan hanya 19 orang sehingga sangat kurang," katanya.

Koordinator Satgas Pemantauan Arus Mudik KBRI Kuala Lumpur, Muhammad Abduh mengatakan tujuan penyelenggaraan pemantauan arus mudik untuk memastikan WNI sampai pada tujuan.

Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur, Mulkan Lekat mengharapkan agar berkirim surat ke pemerintah pusat untuk penyerahan gedung dan menentukan pengelola gedung.

Menurut data Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong dgn Tebedu diresmikan 21 Des 2016 dengan luas luas lahan: 8,03 hektar dan luas bangunan 19.493 m2. Jumlah pelintas pada 2014 sekitar 2005 orang per hari dan prediksi 2024 sekitar 2839 orang per hari.

Untuk PLBN Nanga Badau (RI) dgn Lubuk Antu diresmikan 16 Maret 2017 dengan luas lahan 8,8 hektar dan luas bangunan: 7.619 m2.





(T.A034/B/S025/C/S025) 14-06-2017 21:48:36

Editor:

COPYRIGHT © ANTARA 2017