Kamis, 19 Oktober 2017

Pramuka kibarkan merah putih di Gunung Kinabalu

| 1698 Views
id Pramuka kibarkan merah putih di Gunung Kinabalu
Pramuka kibarkan merah putih di Gunung Kinabalu
Pramuka dan Vanaprastha kibarkan merah putih di Gunung Kinabalu Sabah Malaysia (Foto ANTARA/Dok Kwarnas Pramuka)
"Harapan kita, pertama, pariwisata Indonesia lebih dikenal, dari berbagai negara bisa datang ke Indonesia. Kedua, kesadaran akan lingkungan juga akan semakin meningkat. Ketiga, semakin meningkatkan keimanan. Artinya, orang harusnya semakin sadar beta
Kuala Lumpur, (AntaraKL.Com) - Anggota Pramuka bersama aktivis pecinta alam dan lingkungan Vanaprastha berhasil mencapai puncak Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia ketinggian 4.095,2 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan sukses mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera Pramuka.

"Tim ekspedisi berjumlah 22 orang ini berangkat pada 2 Juli 2017 dan berhasil mencapai puncak pada Selasa (4/7) dini hari pukul 02.30 waktu setempat. Sekarang sedang dalam perjalanan kembali turun," ujar Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Kominfo Sari Madjid, Rabu.

Dia mengatakan pendakian tim dari Pramuka dan Vanaprastha ke Kinabalu baru kali pertama.

Sari menuturkan Kinabalu dipilih karena gunung ini punya destinasi wisata yang dikenal di dunia dengan sistem pengaturan serta pengamanan rapi dan terukur, sehingga menarik wisatawan luar.

"Di sana penataannya sangat bagus dan sudah menjadi destinasi dunia, bisa membangun hostel dan juga fasilitas untuk pendaki pada ketinggian 3.300 mdpl. Pendakian ini juga untuk mempelajari bagaimana gunung di Indoneaia bisa menjadi destinasi dunia," katanya lagi.

Salah satu anggota Pramuka yang ikut dalam tim ekspedisi Kinabalu, Karunia Perdana Syafelindo mengaku bangga bisa mencapai puncak gunung tertinggi di Asia Tenggara dan mengibarkan bendera Merah Putih serta bendera Pramuka.

Dia mengatakan untuk mencapai puncak bukan hal yang mudah.

"Tidak mudah untuk bisa sampai ke puncak, butuh stamina yang kuat dan perlengkapan yang memadai karena Kinabalu masuk salah satu gunung tertinggi di dunia," katanya lagi.

Bersyukur dia bersama Pramuka lain sudah kerap melakukan pendakian, baik di Indonesia maupun di luar negeri walau halangan kerap terjadi saat mendaki.

"Badai atau cuaca ekstrem adalah salah satu halangan yang sering kami jumpai saat mendaki. Kalau tidak bisa diantisipasi, kecelakaan bisa saja terjadi, hanyut diterjang badai," ujarnya pula.

Dalam pendakian itu, menurutnya, tidak ada halangan berat yang menimpa seluruh tim, namun suhu sangat dingin bahkan minus.

"Jika pendaki tidak kuat, bisa saja mereka terserang penyakit dan harus dievakuasi. Suhu dingin juga terkadang membuat orang berhalusinasi," katanya lagi.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka yang juga Ketua Dewan Pembina Vanaprastha Adhyaksa Dault menjelaskan, pendakian tersebut merupakan agenda rutin setiap tahun.

Ekspedisi ini, ujar dia, bukan sekadar mendaki gunung, melainkan juga promosi Indonesia.

"Kami juga promosikan Indonesia pada puncak-puncak dunia," katanya yang mengaku juga sudah mendaki puluhan gunung ini.

Menpora periode 2004-2009 itu menambahkan tidak sembarang orang atau anggota bisa ikut ekspedisi karena mereka harus mengikuti tes mental, fisik, kesehatan, dan pengetahuan.

Menteri Pertanian RI periode 2004-2009 Anton Apriyantono Sumadri yang ikut dalam ekspedisi itu menuturkan, pendakian ini bagian dari promosi Indonesia di mata dunia termasuk kemampuan pendakinya, sehingga nantinya Indonesia diperhitungkan di dunia internasioal.

"Harapan kita, pertama, pariwisata Indonesia lebih dikenal, dari berbagai negara bisa datang ke Indonesia. Kedua, kesadaran akan lingkungan juga akan semakin meningkat. Ketiga, semakin meningkatkan keimanan. Artinya, orang harusnya semakin sadar betapa kecil dia ketika berada di atas gunung, betapa agungnya Yang Maha Kuasa," katanya.

Sebelumnya, Andalan Nasional Kwarnas Bidang Abdimasgana Eko Sulistio juga berhasil mencapai puncak Gunung Kilimanjaro, gunung tertinggi di Afrika yang diselimuti salju abadi. Eko mendaki Kilimanjaro pada Agustus 2016 lalu. Budisantoso Budiman. (T.A034/B/B014/B014) 05-07-2017 12:35:17

Editor:

COPYRIGHT © ANTARA 2017