Kamis, 19 Oktober 2017

LSM Indonesia pantau sidang Siti Aisyah

| 163 Views
id Siti Aisyah, MAKI
LSM Indonesia pantau sidang Siti Aisyah
Sidang Siti Aisyah (Foto ANTARA : Raffiudin)
"Sisi lain saya merasa punya kewajiban moral untuk membantu TKW yang terkena masalah karena merasa sebagian biaya saya kuliah di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Solo berasal dari keringat kakak kandung yang menjadi TKI di Malaysia tahun 1990-
Kuala Lumpur, (AntaraKL.Com) - Koordinator salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal Indonesia, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, bakal ikut memantau sidang Siti Aisyah yang bakal berlangsung di Mahkamah Tinggi I Shah Alam, Jumat (28/7).

"Saya selaku Koordinator MAKI datang di Kuala Lumpur Malaysia untuk melakukan kegiatan memantau dan menonton sidang Siti Aisyah seorang WNI yg dituduh dugaan ikut serta melakukan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam," ujar Boyamin di Kuala Lumpur, Kamis.

Dia mengatakan kegiatan ini dalam rangka untuk mendorong dan memastikan pihak KBRI dan pemerintah Indonesia telah berjuang maksimal membantu dan membela hak-hak hukum Siti Aisyah dalam perjuangannya menghadapi persidangan yang fair dan adil.

"Negara telah mempunyai anggaran melalui KBRI untuk membela WNI dimanapun berada. MAKI berkepentingan bahwa anggaran tersebut digunakan dengan benar dan tepat sasaran serta tidak disimpangkan alias dikorupsi," katanya.

Dia betul-betul berharap uang negara digunakan untuk menyewa pengacara (lawyer) setempat yang handal dan tangguh serta maksimal membela TKW dalam menghadapi persidangan yang fair dan adil.

"Sisi lain saya merasa punya kewajiban moral untuk membantu TKW yang terkena masalah karena merasa sebagian biaya saya kuliah di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Solo berasal dari keringat kakak kandung yang menjadi TKI di Malaysia tahun 1990-an," katanya.

Boyamin mengatakan kegiatan dirinya ini atas kemauan sendiri dan juga biaya sendiri.

"Mohon maaf hal ini tidak dimaknai riya`. Astagfirullah hal adzim," katanya.

Editor:

COPYRIGHT © ANTARA 2017