Selasa, 26 September 2017

Dubes Rusdi sumbang RM 20.000 untuk CLC Sabah

| 116 Views
id rusdi kirana
Dubes Rusdi sumbang RM 20.000 untuk CLC Sabah
Dubes Rusdi Kirana dan Konjen (Foto ANTARA / Agus) (1)
Kota Kinabalu, (AntaraKL.Com) - Duta Besar Republik Indonesia di Malaysia, Rusdi Kirana, menyumbang RM 20 ribu atau setara Rp62 juta dari dana pribadinya untuk keperluan di Sekolah Community Learning Center (CLC) Cerdas di Limbanak, Penampang, Sabah, Malaysia.

Komitmen sumbangan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan di CLC Cerdas, Jumat, menanggapi pidato Kepala Sekolah CLC Cerdas, Yohanes Solo yang mengatakan sekolahnya memerlukan jembatan untuk menghindari banjir.

CLC Cerdas di Penampang, Sabah, merupakan salah satu dari 227 sekolah yang dibangun pemerintah di Kota Kinabalu yang diperuntukkan bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sekitar sekolah tersebut.

"CLC Cerdas mulai terbentuk pada 2010. Awalnya CLC ini numpang di gereja. Pada 9 Januari 2017 pindah ke Penampang. Pada 26 Januari 2017 diresmikan Konjen Kota Kinabalu. Saat ini memiliki

383 siswa SD dan 29 anak SMP," kata pria asal NTT tersebut.

CLC Cerdas, ujar dia, saat ini memiliki delapan orang guru dan pada 2016/2017 sudah meluluskan 226 anak dan sudah ada yang masuk perguruan tinggi di Indonesia.

"Kami mohon bantuan terus ditingkatkan agar bisa melahirkan generasi yang cerdas. Kesulitan saat ini adalah transportasi sehingga anak-anak harus bangun pagi.

Suatu saat semoga mempunyai kendaraan khusus," katanya.

Konsul Jendral KBRI Kota Kinabalu, Ahmad DH Irfan mengatakan pihaknya diperintahkan untuk menambah sekolah atau memperbaiki fasilitas dari sekolah yang sudah ada.

Saat Irfan menanyakan siapa nama Presiden RI dan nama duta besar anak-anak bisa menjawab namun saat mereka ditanya nama menteri luar negeri mereka menjawab Adam Malik.

Anak-anak yang bisa menjawab benar akan mendapatkan hadiah dari KJRI Kota Kinabalu.

Rusdi Kirana saat sambutan memberikan semangat kepada anak-anak tentang masa lalunya ketika masih anak-anak.

"Saya pernah tidak naik kelas. Saya waktu SD bicaranya cadel. Walau tidak naik kelas saya sekarang bisa beli membeli pesawat 800 biji dan katanya jadi salah satu orang terkaya di Indonesia karena itu jangan putus asa. Saya sumbang uang pribadi saya. Semoga bisa menjawab sebagian kecil," katanya.

Dia menyemangati anak-anak agar mempunyai cita-cita sehingga bisa mengubah nasib orang tuanya yang pekerja kebun.

"Saya bergembira datang di sini. Belajar yang baik. Mau wirausaha boleh, jadi Dubes boleh. Mau seperti Pak Presiden Jokowi juga boleh," katanya.

***4***

(T.A034/B/M019/M019) 08-09-2017 13:48:14

Editor:

COPYRIGHT © ANTARA 2017