Senin, 23 Oktober 2017

Semarak malam kebudayaan Indonesia - Malaysia di Kuala Lumpur

| 104 Views
id Malam Kebudayaan Indonesia - Malaysia
Semarak malam kebudayaan Indonesia - Malaysia di Kuala Lumpur
Malam Kebudayaan Indonesia - Malaysia (1)
Kuala Lumpur, (AntaraKL.Com) - KBRI Kuala Lumpur telah menggelar acara Malam Kebudayaan Indonesia-Malaysia dengan mengusung tema "Mempererat Persahabatan Dua Negara" dengan sangat semarak. 

Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Malaysia yang dirangkaikan dengan penutupan workshop seni dan budaya Indonesia tahun 2017. 

Sebanyak 500 lebih penonton hadir memadati Auditorium Bandaraya Kuala Lumpur Rabu malam 3 Oktober 2017. Dalam acara tersebut disuguhkan tarian dan musik tradisional dari kedua negara oleh para pelajar dan guru sekolah Malaysia, siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan juga persembahan angklung interaktif dari saung angklung Udjo Bandung serta band KBRI.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku. 

Para hadirin disambut dengan tari Pasembahan oleh siswa SIKL yang berkolaborasi dengan pelajar sekolah Malaysia peserta workshop.

Dalam sambutannya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Ari Purbayanto menyampaikan bahwa melalui workshop seni dan budaya Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta dan kepedulian masyarakat Malaysia terhadap seni dan budaya Indonesia yang beragam.

"Workshop ini menjadi wahana untuk memberikan pemahaman yang baik tentang seni dan budaya Indonesia kepada pelajar Malaysia supaya bisa sama-sama menjaga dan melestarikannya sebagai warisan budaya dunia," ungkap Ari Purbayanto.

Duta Besar Rusdi Kirana menyatakan Indonesia dan Malaysia adalah negara bertetangga yang dinamis. 

"Suka atau tidak suka, Indonesia dan Malaysia harus bisa bekerja sama karena dalam bertetangga pasti timbul masalah yang harus diselesaikan dengan hati yang baik dan tenang," ujar Duta Besar yang sekaligus menutup secara resmi kegiatan workshop seni dan budaya Indonesia tahun 2017.

Duta Besar menjelaskan bahwa KBRI Kuala Lumpur menilai acara seperti ini merupakan langkah positif dalam mewujudkan hubungan yang baik ke depan. 

"Kita akan terus mendukung kegiatan bersama Indonesia-Malaysia dalam berbagai bidang khususnya bidang sosial dan budaya," tegasnya.

Pengarah Pendidikan Jabatan Pendidikan Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Puan Rusni Abd. Jalil dalam sambutannya menyampaikan, sebagai bangsa serumpun, bukan sekadar berkongsi seni budaya tetapi juga kita memerlukan kesepahaman yang tinggi di kalangan rakyat kedua negara yang hanya dapat dicapai melalui jalinan komunikasi. 

“Kita akui bahwa peringatan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Malaysia merupakan tanda kita sudah berkomunikasi dan berkongsi banyak hal dengan baik. Semuanya telah berjalan sangat harmonis walaupun ada isu-isu yang mengganggu tetapi dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Kami senang sekalai diadakan acara bagi siswa Malaysia supaya pemuda Malaysa ke depan bisa memahami dengan baik kebudayaan Indonesia," tegas Puan Rusni.

Workshop seni dan budaya Indonesia merupakan kegiatan tahunan dalam Program Rumah Budaya Indonesia (RBI) yang diselenggarakan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur dan didukung oleh Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.  

Kegiatan workshop telah dilaksanakan selama 10 kali pertemuan dari tanggal 29 Juli hingga 3 Oktober 2017, diikuti 72 pelajar dan guru dari Sekolah Kebangsaan serta mahasiswa dari Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA) Malaysia. 

Hadir pada kesempatan tersebut Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana dan Wakil Duta Besar Andreano Erwin, Sekjen Majlis Profesor Negara Malaysia Prof. Kamaruddin M. Said, para diplomat Indonesia di Malaysia, Kepala Sekolah Indonesia H. Agustinus Suharto, guru dan siswa SIKL, para pejabat tinggi Malaysia dari Jabatan Pendidikan Putrajaya, Wisma Putra, utusan khusus DBKL, serta guru dan siswa dari beberapa sekolah menengah Malaysia dan masyarakat Malaysia. 

Editor: Agus Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2017