Senin, 23 Oktober 2017

Kim Jong Nam bawa uang tunai 100.000 dollar AS

| 42 Views
id Kim Jong Nam
Kim Jong Nam bawa uang tunai 100.000 dollar AS
Kim Jong-Nam, 45 (kanan), kakak tiri diktator muda Korut Kim Jong-Un dibunuh dengan racun di Malaysia pada hari Senin, 13 Februari 2017. Foto / REUTERS / Lim Se-young (1)
Kuala Lumpur, (Antara / Reuters) - Saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Nam, membawa uang tunai sebesar 100.000 dollar AS di ransel pada saat pembunuhannya, ujar petugas polisi
yang menyelidiki kasus tersebut di pengadilan Malaysia pada hari Rabu.

Siti Aisyah (25), dan Doan Thi Huong (28), didakwa membunuh Kim Jong Nam dengan mengolesi wajahnya dengan VX, racun kimia yang dilarang oleh PBB di Bandara Kuala Lumpur pada 13 Februari.

Uang itu sekarang disimpan di brankas kantor kepala polisi distrik Sepang, yang memiliki yurisdiksi terhadap kasus pembunuhan tersebut, ujar petugas polisi Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz.

Wan Azirul mengatakan bahwa dia mengambil alih blazer korban, dan ransel dan diserahkan ke departemen kimia untuk analisis, namun kemudian diberitahu oleh otoritas investigasi untuk diserahkan mereka ke perwakilan kedutaan Korea Utara.

"Saya tidak tahu kenapa, saya mengikuti perintah," tambahnya.

Di pengadilan, jaksa memutar lebih dari 30 video rekaman televisi CCTV terhadap aktivitas terdakwa.

Pengacara pembela Huong dan Siti Aisyah mengatakan video bisa dianggap sebagai kabar angin, karena petugas investigasi tidak mencatatnya sendiri dan tidak hadir untuk menyaksikan kejahatan.

Beberapa rekaman, tertanggal 11 Februari, tampaknya menunjukkan Huong mendekati seorang pria tak dikenal dari belakang dan menempatkan tangan di leher dan wajahnya, sebelum mundur perlahan kepalanya sedikit menunduk dan tangannya disatukan.

Sebagian besar video tampaknya menunjukkan Huong dan Siti Aisyah sebelumnya, selama dan setelah serangan terhadap Kim Jong Nam. Dua wanita itu kebanyakan terlihat di lokasi terpisah, kecuali selama penyerangan dan saat mereka berada di taksi.

Kedua wanita berada di daerah yang sama pada saat kejadian Serangan, ujar Wan Azirul dari  Departemen Investigasi Polisi Sepang saat dikonfirmasi.

Sidang dilanjutkan pada hari Kamis, dengan Wan Azirul kembali ke tempat saksi. (Rozanna Latiff).

Editor: Agus Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2017