Minggu, 18 Februari 2018

Eks TKI Malaysia dirikan Resto Tom Yam

| 122 Views
id TKI Malaysia
Eks TKI Malaysia dirikan Resto Tom Yam
Elly Lailatul Qomariah (1)
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, Elly
Lailatul Qomariyah (37), sukses mendirikan rumah makan House Of Tom Yang di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

"Saya dulu awalnya cleaning service di Malaysia. Alhamdulillah sekarang sudah bisa mendirikan usaha Tom Yam," ujar Elly ketika dihubungi di kediamannya di Lumajang, Rabu.

Minggu lalu (4/11) Elly diundang secara khusus oleh Bank Negara Indonesia (BNI) bersama keluarganya untuk memberikan testimoni di Hotel Seri Pacific Kuala Lumpur di sela-sela peluncuran Kartu Pekerja Indonesia Malaysia (KPMI).

Dengan dipandu komedian Cak Lontong, Elly menceritakan kisah suksesnya di hadapan ratusan TKI yang menghadiri Panggung Kesenian Nusantara 2017.

Elly mengatakan, dirinya dulu bekerja di Malaysia sebagai tukang bersih-bersih atau "cleaner" di Perusahaan YRP Garden & Pool Services, Kampung Pandan, Kuala Lumpur.

"Setelah modalnya cukup saya dan suami kemudian pulang ke Indonesia," kata wanita yang visanya baru habis pada 4 November 2017 ini.

Elly mengatakan, dirinya sekarang mempunyai usaha Resto House Of Tom Yam di Lumajang dengan konsep sajian di buah kelapa.

House Of Tom Yam beralamatkan di Jalan Jendral Sutoyo, Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Saat balik masih `limpang limpung` atau bingung. Kebetulan hobi masak sehingga kecemplung di bisnis kuliner," katanya.

Awalnya dia kesulitan dana karena tidak ada usaha gratis. "Alhamdulillah setelah ada pinjaman BNI usaha saya terwujud.
Awalnya pinjam Rp50 juta untuk pembelian peralatan dan sewa bangunan," katanya.

Dia menganjurkan kepada para TKI agar mempunyai tabungan untuk persiapan balik ke Indonesia.

"Resto sudah berjalan enam bulan. Kami ada karyawan bagian masak satu, bagian minuman satu dan bagian pelayanan satu," katanya.

Elly juga giat mempromosikan olahan teri laut Medan milik suaminya.

"Suami saya orang Pantura. Mertua punya kapal. Saya mengemas olahan laut teri Medan, cumi. Sudah dijual lewat Tokopedia, facebook," katanya.

Tentang media buah kelapa, dia mengatakan, buah kelapa di Luamajang harganya murah sehingga dia manfaatkan.

"Di Lumajang tom yam sudah banyak, cuma yang memakai buah kelapa jarang. Jadi punya saya rasanya segar karena kuahnya langsung dituang ke buah kelapa sehingga lebih segar," katanya.

Selain itu, dia hingga sekarang juga masih menggunakan milo dari Malaysia untuk membuat es milo.

Representative BNI Kuala Lumpur, Wisang Purnomo mengatakan, Elly merantau ke Malaysia bersama suaminya.

"Suaminya sudah lama menjadi pengguna jasa BNI Remittance (jasa pengiriman uang). Kami tidak memberikan pelatihan entrepreneurship karena kita sudah ada Edukasi Untuk Bangsa (EUB)," katanya.

Wisang mengatakan, pasangan suami istri tersebut sudah sekitar sepuluh menjadi TKI di Malaysia.

"Kami memang belum memberikan pelatihan khusus kewirausahaan namun pada tahun depan kami akan memberikan edukasi kewirausahaan kepada TKI langsung ke praktek ke UKM di Malaysia," katanya.








(T.A034/B/S023/S023) 08-11-2017 21:02:02

Editor:

COPYRIGHT © ANTARA 2018