Minggu, 18 Februari 2018

Penerbangan Belitung - Kuala Lumpur dibuka

| 77 Views
id Belitung
Penerbangan Belitung - Kuala Lumpur dibuka
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat berdialog dengan mahasiswa asal Babel di Malaysia (1)
Penerbangan Belitung - Kuala Lumpur dibuka
Tangjungpandan, (AntaraKL) - Bandara Has Hanandjoedin Kabupaten Belitung, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membuka penerbangan internasional yang melayani rute ke Singapura dan Malaysia, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu.

"Rute penerbangan internasional ini dibuka dapat memberikan solusi bagi wisatawan yakni memberikan kemudahan, kenyamanan akses dan mengurangi waktu tempuh khususnya wisatawan internasional," kata Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza Mahendra dalam siaran pers yang diterima Antara, Jumat.

Yuslih Ihza ikut dalam penerbangan internasional perdana Sriwijaya Air SJ 5004 rute Tanjungpandan Belitung - Kuala Lumpur Malaysia pada Kamis (9/11) bersama Bupati Belitung Sahani Saleh.

Yuslih yang mengapresiasi penerbangan internasional perdana dari Belitung karena memberi banyak kemudahan bagi wisatawan yang menjadikan daerah itu sebagai daerah tujuan wisata.

"Kami optimistis dengan dibukanya rute penerbangan internasional ini akan mampu menggeliatkan sektor kepariwisataan yang pada akhirnya berimbas terhadap peningkatan perekonomian masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, akses trasportasi terutama transportasi udara bagian yang sangat penting untuk memajukan daerah di berbagai bidang karena arus barang dan manusia akan berjalan kencang.

"Termasuk pariwisata harus didukung akses transportasi yang memadai, disamping fasilitas pendukung lainnya di antaranya hotel dan situasi daerah yang aman dan kondusif," ujarnya.

Yuslih optimistis, dibukanya rute penerbangan internasional akan terjadi lompatan cukup dahsyat terhadap unan daerah di berbagai bidang terutama di sektor perekonomian.

"Ini sebuah langkah maju yang dilakukan Pulau Belitung dengan membuka rute penerbangan langsung dari Belitung - Singapura dan Malyasia, demikian pula sebaliknya," katanya.  

Editor: Agus Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2018